Tahukah kau bahwa waktu adalah detak jantungmu yang seketika terlepas dari rahimku. Kota kota bertumbuh, selalu akan ada yang tersakiti. Tapi kali ini cukupkan ibumu dengan lagu lagu yang kau pelajari di taman kanak kanak. Bukan hal yang wajib bagimu memahami bagaimana kota menjadi gelap, tataplah bintang bintang jika itu terjadi. Bukan pula kewajibanmu menyalakan lilin saat gulita, bermainlah bayang bayang jika itu benar terjadi.
Sabtu, 22 Agustus 2015
Sky, Menjelang Tahun kelima
Tahukah kau bahwa waktu adalah detak jantungmu yang seketika terlepas dari rahimku. Kota kota bertumbuh, selalu akan ada yang tersakiti. Tapi kali ini cukupkan ibumu dengan lagu lagu yang kau pelajari di taman kanak kanak. Bukan hal yang wajib bagimu memahami bagaimana kota menjadi gelap, tataplah bintang bintang jika itu terjadi. Bukan pula kewajibanmu menyalakan lilin saat gulita, bermainlah bayang bayang jika itu benar terjadi.
cup cake fondant
Bukan sekedar ikut-ikutan trend, sekalian belajar bikin hiasan menggunakn fondant. Karena penasarannnya sudah cukup lama di pendam akhirnya memberanikan diri membeli fondan jadi di TBK. Belinya yang warna putih saja 1/2 kg, klo gak salah harganya 20 ribuan...karena buat latihan sekalian gaya-gayaan, bikin cup cake saja sebagai base cakenya. Lumayan satu resep jadi 9 cup yang bisa di hias suka-suka. Base cakenya saya pake brownies kukus Ny. Liem yang nyoklat banget.
Kamis, 20 Agustus 2015
Pada Matamu Nay
Nay,
Pada matamu kutemukan hidup yang berpendar. Seperti cahaya, dari sanalah pelangi bermunculan. Hujan tak pernah lebih buruk dari kesedihanmu yang kelabu. Tapi di matamu Nay, kelabu adalah keluasan langit merangkul bintang bintang. Dan aku hanya lelaki dengan hati tambal sulam yang tak pernah tentu warnanya. Tak pernah selesai aku mejelajahi pandangmu. Dari ujung matamu, menuju sumber sungai yang selalu menggenangi kala sepi. Genapkan aku Nay....genapkan lelaki yang telah kehilangan pandangannya....
Nay,
Tuhan tidak memasung hati pada sebuah pohon yang berakar menembus tanah bebatuan. Hatiku ini Nay, terikat bagai balon. Melayang pada nuansa kelabu di matamu. Biasakan aku mabuk dari air matamu yang serupa anggur itu atau hanya setetes senyum di bibirmu. Sungguh aku mabuk. Mabuk yang bersebab dari matamu. Nay...pinjamkan aku pandanganmu, dengan mata seindah itu.
#bandung, 20/08/15
Selasa, 09 Juni 2015
Kamis, 04 Juni 2015
Nastar Buah ala Kayana
Lama gak posting lagi. Tau-tau sudah mau puasa saja. Seperti tahun tahun kemaren, menjelang lebaran ikut ngais rejeki lewat jualan kue kering lebaran. Sebenatnya mau jualan takjil, tapi karena baru pindahan mustahil rasanya buat jualan takjil, secara cari lapak di tempat baru susah, mau jualan di rumah gak mungkin maklum rumah sepetak di gang sempit pula hehehe...tapi niat untuk melanjutkan toko kue Kayana masih besat buaanget. Makanya, toko kue yang tadinya ada tempat real di Makassar sekarang bertransformasi jadi toko kue online dengan buka lapak dibernagai group jual beli di facebook juka buka toko online di web jual beli. Dengan peralatan tempur seaadanya hasil gerilya di pasar simpang dago akhirnya bisa juga produksi kue kering istimewa.
Label:
bisnis,
buah,
edam,
kayana,
keju,
kue kering,
lebaran,
Nastar,
nastar buah,
unik
Langganan:
Komentar (Atom)



